Facebook Group Twitter
Sabtu, 06 April 2013 | 18.05 | 42 Comments

Cara Membuat ID Line


Mengingat ada beberapa teman yang baru (newbie) menggunakan Line menanyakan "bagaimana cara membuat ID?" maka pada kesempatan ini, kita akan coba berbincang tentang cara membuat ID.

Sesungguhnya sangat mudah, kita mulai dengan sentuhan pada "More" > "Settings" > "Profile" lalu langsung dech ke "User ID" dibagian bawah menu "Profile"

Meskipun sangat mudah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat ID di Line:

  1. ID sifatnya permanen, artinya sekali kita buat tidak bisa lagi diubah, kecuali delete akun, yang akibatnya kita harus register ulang kalau mau pake Line lagi;
  2. Sebaiknya ID dibuat mudah dibaca, mudah diingat & sesuai tren saat ini;
  3. Ingat beri tanda centang (seandainya belum) pada "Public User ID" supaya orang lain bisa add anda melalui ID.
Minggu, 31 Maret 2013 | 07.59 | 3 Comments

Harapan Untuk Line Messenger

Walapun banyak teman-teman memilih Line cenderung karena ada stiker yang beragam, namun jika saya memutuskan Line sebagai messenger utama di Android sejak Februari 2012 karena dari penilaian saya Line merupakan messenger dari pihak ketiga yang paling irit konsumsi RAM, kebetulan waktu itu saya menggunakan ponsel dengan kapasitas RAM sangat terbatas.

Namun setelah lebih satu tahun menggunakannya, saya merasa Line tidak banyak berkembang menuju yang saya harapkan, ada beberapa hal yang pernah saya sampaikan kepada pihak Naver yang belum mendapat tanggapan, yaitu:

     
  1. Katagori Kontak, bagi saya sangat penting jika teman-teman dikontak bisa katagorikan, mengingat saya pernah mempunyai teman sampai 1090 kontak, coba bayangkan sakitnya saya mencari orang-orang tertentu, seperti teman dari grup di FB, teman dari forum, anggota keluarga, teman satu provinsi dan sebagainya;
  2. Menghapus/clear kontak yang direkomendasikan, ketika saya masih menggunakan ponsel Imo Tab X One, sering terjadi 'force close' namun setelah saya add semua 'recommended friends list' dengan Line versi komputer baru tidak terjadi lagi 'force close';
  3. Mengurangi fitur yang mubazir, seperti "Group Board" dan "Home Message" kan sudah ada "Timeline" cukup sempurnakan "Timeline" agar cepat laoding ketika diakses;
  4. Ada opsi, "Show My ID" ini sesuai dengan karakter orang Indonesia yang tidak terlalu peduli soal privacy, sebagaimana yang sering terjadi ada banyak yang menanyakan "bagaimana melihat ID teman dikontak?"
  5. Menambah fitur "Broadcast" sekaligus opsi untuk "Reject Broadcast Message"
  6. Menambah fitur "Save" gambar/photo profil teman dikontak;
  7.  Notification, untuk status update untuk kontak tertentu sesuai katagori yang ditentukan.
  8. Auto Resend, fitur yang terdapat pada "Gtalk" ini diharapkan ada juga di Line, karena sering sekali kita merasa sudah kirim, ternyata karena masalah koneksi masih sangkut di ponsel kita, coba seandainya bisa auto resend maka walaupun kita kirim pesan dalam kondisi offline sekalipun begitu ada koneksi maka langsung bisa terkirim.
 Semoga kelak pihak pengembang Line menyadari akan harapan itu.
Jumat, 29 Maret 2013 | 02.38 | 22 Comments

Selamat Tinggal Akun Lama

Untuk tujuan percobaan, tanpa sengaja saya telah mendelete akun Line saya dan mereset email untuk register, pedahal teman di akun tersebut sudah lebih dari seribu kontak, jadi apa boleh buat saya pun terpaksa menjadi pendatang baru di dunia Line dengan kontak hanya tujuh orang.

Ada sisi positif dengan terhapusnya akun saya tersebut, sehingga saya bisa lebih fokus kepada teman-teman yang sudah saya kenal tetapi jika teman-teman yang lain yang berminat menjalin pertemanan dengan saya lagi silakan add ID Line saya yang terbaru, yaitu: P6789

Dengan ini juga sebagai pemberitahuan bahwa ID saya yang dulu yaitu: im5ucc35 tidak berlaku lagi. Terima kasih.

Google Translate Bisa Offline

Bisa jadi merupakan respon dari pihak Google atas keluhan dari para pengguna Google Translate yang terpenjara dalam jaringan internet yang lambat, sehingga kemarin, 27 Maret 2013 pihak Google merilis updetan dari Google Translate* yang bisa di operasi secara offline.

Jadi setelah kita download "Language Core" sesuai bahasa yang kita inginkan maka kita pun langsung bisa menggunakan kamus Google translate tersebut pada modus penerbangan, namun menurut saya ada sedikit keanehan, jika tidak pada modus penerbangan maka Google Translate tetap berjalan secara online seperti biasanya.

Meskipun ini merupakan terobosan yang selama ini kita harapkan dari pihak Google, tetapi ada masalah utamanya, yang mungkin bisa menjadi penghalang bagi kebanyakan orang untuk bisa menikmati Google Translate secara offline yaitu file "Language Core" lumayan besar, untuk bahasa Indonesia saja 196 Mb dan bahasa Prancis 200 Mb, jadi apa boleh buat harus via wifi untuk mendapatkan file tersebut, sementara berdasarkan hasil Googling sepertinya belum ada yang menyediakan file "Language Core" yang bisa didownload dari komputer ( sesungguhnya saya sudah upload "Language Core" bahasa Indonesia, tetapi linknya masih dirahasiakan, :D ).

Jika anda sudah download dan ingin mengetahui letak file "Language Core" tersebut silakan cek arah folder berikut: Android > data > com.google.android.apps.translate > files > ol > v3r1 semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

*Link untuk download aplikasi Google Translate yang bisa offline di Playstore
Jumat, 15 Maret 2013 | 04.07 | 0 Comments

WeChat Number One On Playstore


Kesibukan pekerjaan kantor membuat saya hampir tidak pernah membuka Play Store (Plas) akhir-akhir ini, dan betapa kagetnya saya ternyata ada aplikasi chat yang bernama "Wechat" selanjutnya membuat saya lebih sangat kaget, ternyata aplikasi tersebut berada diurutan pertama aplikasi yang paling banyak didownload di Plas.

Entah sejak kapan Wechat berada diurutan pertama, namun sejak tanggal 10 Maret 2013 sampai hari ini 15 Maret, Wechat masih teratas, sementara Line hanya mampu berada diurutan kedua.

Saya sudah coba mempelajari Wechat, memang aplikasi ini secara fitur tidak jauh beda dengan Line, malah lebih sederhana, tetapi justru menyempurnakan apa yang kurang di Line. Dan tentunya ini sebuah ANCAMAN BESAR, jika pihak Naver sebagai pengembang Line tidak tanggap terhadap perkembangan dunia chat/messenger disini, maka bukan suatu yang mustahil jika pengguna Line banyak yang hijrah ke WeChat.

Kalau boleh saya sebut ancaman ini sebagai "Fenomena Wechat" karena sejak menggunakan Line mulai Februari 2012, saya merasa kesulitan mengajak teman-teman untuk menggunakan Line, tetapi berbeda dengan Wechat, tanpa diajak teman-teman justru mulai rame-rame menggunakan Wechat.

Kita hanya berharap agar Line tetap menjadi aplikasi favorit kita, tidak harus terpengaruh dengan tren.
 
Copyright LINE Indonesia © 2012 - All right reserved - Using Simple Skin
Ingat Tinggalkan Komentar Ya.